TERSESAT DI HUTAN LAIN





TERSESAT DI HUTAN LAIN

Kabut mulai turun ketika Sagara, Azhvora, dan Amoora melangkah semakin jauh ke dalam hutan. Awalnya, mereka hanya ingin mencari jalan pintas menuju desa di seberang bukit. Tapi entah bagaimana, setiap langkah yang mereka ambil justru membawa mereka semakin dalam ke tempat yang tidak mereka kenali.

"gue yakin tadi jalannya ke arah sini," Sagara bergumam, menatap jalur tanah yang tampak seperti sudah sering dilalui.

"yakin dari mana? semua jalan di sini keliatan sama," balas Azhvora sambil menatap sekeliling. Pohon-pohon tinggi menjulang, bayangan mereka membentuk siluet menyeramkan dalam cahaya sore yang mulai meredup.

Amoora memeluk lengannya sendiri, merasa kedinginan. "aku nggak suka ini... kita harus cari jalan keluar sebelum malam."

Mereka terus berjalan, namun setelah beberapa menit, mereka justru kembali ke tempat yang sama—sebuah pohon besar dengan akar mencuat dari tanah seperti jari-jari raksasa.

"ini nggak masuk akal..." Sagara mengacak rambutnya. "kita jalan lurus, tapi malah balik lagi ke sini."

"kayak ada yang ngebawa kita muter-muter," Azhvora menambahkan, suaranya lebih rendah.

Tiba-tiba, dari balik semak-semak, terdengar suara gemerisik. Amoora mencengkeram lengan Azhvora, matanya membesar. "kalian dengar itu?"

Sebelum ada yang bisa menjawab, terdengar bisikan lirih, hampir seperti suara angin yang berbicara.

"pergi... sebelum terlambat..."

Mereka bertiga menegang. jantung Amoora berdegup kencang. "siapa itu?" tanyanya dengan suara bergetar.

Tidak ada jawaban. Hanya suara dedaunan yang bergoyang tertiup angin.

"kita nggak sendiri di sini," Sagara berkata pelan, matanya menyapu sekeliling. "apapun itu, kita harus keluar sekarang juga."

Azhvora menggenggam pergelangan tangan amoora, mencoba menenangkannya. "ayo kita coba jalan ke arah lain, jangan panik."

Mereka berlari melewati pepohonan, melewati akar-akar besar yang menjulur dari tanah, tapi lagi-lagi... mereka kembali ke pohon besar yang sama.

"ini nggak mungkin...!" Aagara menendang akar pohon dengan frustrasi.

Tiba-tiba, suasana berubah. udara di sekitar mereka menjadi lebih dingin, dan kabut semakin tebal. Dari dalam kabut, sesosok bayangan samar mulai terlihat.

"itu siapa...?" Amoora berbisik, tangannya mencengkeram erat lengan Azhvora.

Bayangan itu semakin jelas. Seorang wanita berpakaian lusuh dengan rambut panjang terurai berdiri di antara pepohonan, menatap mereka dengan mata kosong.

"kalian... tidak seharusnya ada di sini..." suaranya bergetar, seperti berasal dari tempat yang jauh.

Sagara menelan ludah. "siapa... siapa kamu?"

Wanita itu tidak menjawab. dia hanya mengangkat tangannya, menunjuk ke arah kabut yang lebih tebal. "jalan keluar... bukan di sini..."

"jadi di mana!?" Azhvora setengah berteriak.

Wanita itu tidak langsung menjawab. Perlahan, dia berjalan mundur ke dalam kabut, tubuhnya semakin menghilang. Sebelum sosoknya lenyap sepenuhnya, suaranya terdengar lagi.

"ikuti suara yang tidak memanggil kalian..."

Ketiganya saling pandang. "apa maksudnya?" Amoora bertanya ketakutan.

Sebelum mereka bisa mencari tahu, dari dalam hutan terdengar suara lain—suara memanggil nama mereka, namun suaranya aneh, seperti gaung yang menggema.

"sagara... azhvora... amoora..."

tapi ada yang janggal. suara itu terdengar akrab, namun juga tidak nyata.

"jangan bilang... suara itu mau kita ikutin?" sagara bergumam, ragu.

"nggak!" Azhvora tiba-tiba tersadar. "dia bilang ikuti suara yang tidak memanggil kita! itu berarti kalau kita dengar ada yang manggil, kita harus jalan ke arah lain!"

Tanpa ragu, mereka berbalik, berlari menjauhi suara yang memanggil nama mereka. Semakin jauh mereka berlari, kabut perlahan mulai menipis. dan tiba-tiba—

Mereka tersandung keluar dari hutan, jatuh ke atas tanah berumput. Mereka terengah-engah, menoleh ke belakang.

Hutan yang tadi penuh kabut kini tampak seperti hutan biasa, seolah tidak pernah berubah.

"kita berhasil..." Amoora berbisik, air mata menggenang di matanya.

Sagara menghela napas panjang. "gue nggak mau masuk ke hutan ini lagi... seumur hidup."

Azhvora menatap ke dalam hutan dengan tatapan penuh tanda tanya. "siapa wanita tadi? dan kenapa dia nolong kita?"

Tidak ada yang tahu. Tapi satu hal yang pasti—mereka selamat. Dan mereka tidak akan pernah melupakan malam itu.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer